kartikanews.com — Penjara seumur hidup adalah salah satu bentuk dari pidana atau hukuman penjara. Hal tersebut terdapat dalam Pasal 12 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yakni:

“Pidana penjara ialah seumur hidup atau selama waktu tertentu.”

Penjara seumur juga biasa disebut sebagai pidana seumur hidup maupun hukuman seumur hidup. Lantas, apa itu penjara seumur hidup? Berapa lama hukuman penjara yang harus dijalani?

Arti Penjara Seumur Hidup

Sering kali, penjara seumur hidup atau hukuman seumur hidup disalahartikan sebagai pidana penjara selama jumlah umur terpidana saat dijatuhi vonis.

Misalnya, hakim menjatuhkan vonis pidana seumur hidup kepada terpidana A yang saat itu berusia 25 tahun. Penafsiran yang salah, A harus menjalani hukuman penjara selama 25 tahun, sesuai dengan usianya saat itu.

Namun, menurut Roeslan Saleh dalam Stelsel Pidana Indonesia (1987), pidana penjara seumur hidup adalah penjara yang dijalani terpidana sepanjang hidupnya. Dengan kata lain, terpidana berada di penjara sampai maut menjemputnya.

Selain itu, menilik Pasal 12 ayat (4) KUHP, pidana penjara selama waktu tertentu sekali-kali tidak boleh lebih dari 20 tahun. Apabila terpidana A harus menjalani hukuman penjara selama 25 tahun, maka hal tersebut melanggar ketentuan Pasal 12 ayat (4) KUHP.

Contoh lainnya, apabila terpidana mendapat vonis berupa penjara seumur hidup pada saat berumur 18 tahun. Jika menggunakan penafsiran pertama, maka ia akan menjalani hukuman penjara seumur hidup selama 18 tahun, sesuai usianya. Penafsiran tersebut menimbulkan kerancuan, lantaran hakim sesungguhnya bisa saja menghukum terpidana langsung dengan penjara selama 18 tahun. Pasalnya, menurut Pasal 12 ayat (4) KUHP, hakim masih boleh menjatuhkan pidana penjara selama waktu tertentu, yakni selama 18 tahun (karena masih di bawah 20 tahun).

Tujuan Penjara Seumur Hidup

Rifanly Potabuga dalam Pidana Penjara Menurut KUHP (2012) menuliskan, ketentuan jangka waktu pidana penjara sampai meninggalnya terpidana, sejalan dengan sifat indeterminate atau ketidakpastiannya.

Saat dijatuhi pidana seumur hidup, terpidana tidak tahu pasti kapan akan menyelesaikan masa hukumannya. Hal ini sejalan dengan perbedaan tujuan penjara seumur hidup dengan penjara selama waktu tertentu.

Pidana penjara seumur hidup bertujuan melindungi kepentingan masyarakat. Sementara tujuan pidana penjara selama waktu tertentu, guna membina dan merehabilitasi terpidana agar dapat kembali kepada masyarakat.

Dikutip dari laman tribratanews.kepri.polri.go.id, penjara seumur hidup biasanya dijatuhkan kepada terpidana dengan kasus berat. Untuk itu, biasanya hukuman seumur hidup hampir selalu menjadi alternatif atau pengganti dari pidana mati. Kendati demikian, terpidana yang mendapat vonis penjara seumur hidup bisa mengajukan grasi kepada presiden.

Grasi merupakan sua bentuk pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan, atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana. Menurut Pasal 2 ayat (2) UU Grasi, pidana penjara seumur hidup adalah salah satu putusan yang dapat dimohonkan grasi, selain pidana mati dan pidana penjara paling rendah selama dua tahun.

sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

61 − 56 =