kartikanews.com–Kewajiban menggunakan pakaian sidang / toga dalam sidang pidana bagi hakim, jaksa, dan penasihat hukum / advokat diatur dalam Pasal 230 ayat (2) KUHAP, yang berbunyi:

“Dalam ruang sidang, hakim, penuntut umum, penasihat hukum dan panitera mengenakan pakaian sidang dan atribut masing-masing”.

Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 6 Tahun 1966 tentang Pemakaian Toga Dalam Sidang (“SEMA 6/1966”), menginstruksikan para hakim mengenakan toga dalam sidang-sidang pengadilan untuk menambah suasana khidmat sidang pengadilan.

Menurut Pasal 25 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat (“UU Advokat”), advokat yang menjalankan tugas dalam sidang pengadilan dalam menangani perkara pidana wajib mengenakan atribut sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Menurut Pasal 6 PP 27/1983 jo. Pasal 22 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Kewajiban hakim, penuntut umum, dan advokat untuk memakai toga dalam sidang perkara pidana dikecualikan dalam sidang perkara tindak pidana anak.

Akan tetapi dalam sidang perkara perdata tidak memiliki aturan yang mewajibkan penggugat/kuasanya dan tergugat/kuasanya untuk hadir dengan memakai toga.

Menurut Pasal 4 ayat (1) Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 19 Tahun 2009 tentang Tata Tertib Persidangan, advokat yang beracara di sidang Mahkamah Konstitusi juga diwajibkan memakai toga.

Jadi, hakim wajib untuk memakai toga di setiap sidang dalam lingkup pengadilan apapun. Bagi jaksa penuntut umum kewajiban untuk memakai toga hanya diberlakukan dalam sidang perkara pidana. Dan bagi advokat, kewajiban memakai toga diberlakukan dalam sidang perkara pidana dan juga sidang Mahkamah Konstitusi. Namun, dalam sidang perkara tindak pidana anak kewajiban hakim, penuntut umum, dan advokat untuk memakai toga mendapat pengecualian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

22 − = 12